Oleh : Abu Shiddiq Asy-Syirbuni
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Alloh yang telah menganugerahkan keindahan yang
tiada tara di alam semesta, karena Dia adalah Maha Indah dan menyukai
keindahan.
Sholawat serta salam semoga tercurah pada Rosululloh صلى الله عليه وسلم
yang telah menunaikan amanah dan menasehati ummat hingga ummat ini hidup
dengan keindahan risalah sebagai rohmah untuk alam semesta. Amma ba’du :
Begitu indah Rosululloh صلى الله عليه وسلم mengumpamakan wanita sholihah, sebagaimana beberapa riwayat berikut :
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه
وسلم- قَالَ « الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ
الصَّالِحَةُ ». مسلم 1467
Artinya :
Dari Abdulloh bin Amr, bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda :
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita
sholihah”. (HR. Muslim 1467)
قَالَ الرسول صلى الله عليه وسلم لعمر « أَلاَ أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا
يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا
سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ
». أبو داود 1666
Artinya :
Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda kepada Umar : “Maukah kamu aku
kabarkan dengan sesuatu yang paling berharga dari apa yang disimpan oleh
seseorang? Wanita sholihah, jika dipandang maka dia menyenangkan, jika
diperintahkan maka dia taat, dan jika suaminya tidak ada maka dia
menjaganya”. (HR. Abu Dawud 1666)
عن سعد ابن أبي وقاص قال: قال رسول الله صلى
الله عليه وسلم: «أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ،
وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ
الْهَنِيءُ، وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاوَةِ: الْجَارُ السُّوءُ،
وَالْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضِّيقُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوءُ» .
صحيح ابن حبان 4032 قال شعيب الأرنؤوط : إسناده صحيح على شرط البخاري
Artinya :
Dari Sa’ad bin Abi Waqos dia berkata : Rosululloh صلى الله عليه وسلم
bersabda : “Ada empat yang merupakan kebahagiaan : Wanita sholihah,
tempat tinggal yang luas, tetangga yang sholih, dan kendaraan yang
nyaman. Dan ada empat yang merupakan kesengsaraan : Tetangga yang jahat,
wanita yang jahat, tempat tinggal yang sempit, dan kendaraan yang
jelek”. (Shohih Ibnu Hibban 4032, Syu’aib Al Arnaut mengatakan :
Isnadnya shohih sesuai dengan syarat Al Bukhori)
Namun siapakah perhiasan terindah yang disebutkan oleh Rosul صلى الله عليه وسلم dalam hadits-hadits itu?
Apakah wanita yang senantiasa sholat siang dan malam, rajin shoum, rajin
bershodaqoh, atau ibadah-ibadah yang lain? Ya, itu semua adalah ibadah
dan itu adalah amal sholih. Akan tetapi perhatikanlah riwayat berikut :
عن أبي هريرة رضي الله عنه يقول : قيل لرسول الله صلى الله عليه و سلم :
إِنَّ فُلَانَةً تُصَلِّي اللَّيْلَ وَ تَصُوْمُ النَّهَارَ وَ فِي
لِسَانِهَا شَيْءٌ يُؤْذِيْ جِيْرَانَهَا سَلِيْطَةٌ قَالَ : « لَا خَيْرَ
فِيْهَا هِيَ فِيْ النَّارِ ». وَ قِيْلَ لَهُ : إِنَّ فُلَانَةً تُصَلِّي
الْمَكْتُوْبَةَ وَ تَصُوْمُ رَمَضَانَ وَ تَتَصَدَّقُ بِالأَثْوَارِ وَ
لَيْسَ لَهَا شَيْءٌ غَيْرُهُ وَ لَا تُؤْذِيْ أَحَدًا . قَالَ : « هِيَ
فِيْ الْجَنَّةِ » الحاكم 7304
Artinya :
Dari Abu Huroirohرضي الله عنه dia berkata, ‘Ada seseorang yang berkata
pada Rosulصلى الله عليه وسلم : Sesungguhnya fulanah melakukan sholat
malam dan shoum pada siang hari, tapi pada lisannya ada sesuatu yang
dapat menyakiti tetangganya yaitu panjang lidah.
Beliau bersabda : “Tidak ada kebaikan padanya, dia di dalam neraka”.
Seseorang berkata pada beiau : Sesungguhnya fulanah mengerjakan sholat
fardhu, shoum bulan romadhon, bershodaqoh dengan sepotong keju dan tidak
ada yang lainnya, serta tidak menyakiti seorangpun.
Beliau bersabda : “Dia di dalam surga”. (HR. Al Hakim 7304, Beliau
mengatakan : Ini adalah hadits shohihul isnad dan Al Bukhori &
Muslim tidak mengeluarkannya)
Mengapa wanita yang rajin ibadah seperti sholat malam dan shoum-shoum
sunnah dinyatakan oleh Rosul berada di dalam neraka ? Bukankah
ibadah-ibadah itu menunjukkan kesholihan dari wanita tersebut ?
Ternyata dia hanya sholihah untuk dirinya sendiri, akan
tetapi dia mempunyai sifat jelek yang dapat menggugurkan nilai-nilai
ibadah itu, yaitu ketika lidahnya suka menyakiti orang lain, ini
termasuk kedzoliman yang akan menyebabkan kerugian di akhirat kelak.
Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda :
أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ؟ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ
دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ : إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى
يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ
شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا
وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ
فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ
مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ
Artinya :
“Tahukkah kamu siapakah orang yang bangkrut itu?”
Para sahabat berkata, ‘Orang yang bangkrut menurut kalangan kami adalah
orang yang tidak mempunyai dirham dan tidak pula kenikmatan.
Maka Beliau bersabda : “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari ummatku
adalah orang yang datang pada hari qiyamat dengan membawa pahala sholat,
shiyam, dan zakat. Dan dia juga datang dengan mencela fulan, menuduh
(tanpa bukti) fulan, memakan harta fulan, mengalirkan darah fulan,
memukul fulan. Maka fulan ini diberikan kebaikan-kebaikan yang diambil
darinya, dan jika kebaikan-kebaikannya habis sebelum dia ditetapkan maka
kejelekan-kejelekan mereka ditimpakan padanya kemudian dia dimasukkan
ke dalam neraka”. (HR. Muslim 2581 dari Abu Huroiroh رضي الله عنه)
Jadi sholihah itu adalah sholihah pada dirinya dan juga sholihah pada
orang lain. Dia dekat dengan Alloh Ta’ala dengan ibadah-ibadahnya dan
juga menawan di mata manusia dengan keindahan akhlaqnya ketika
berinteraksi dengan mereka. Wallohu a’lam bish showab.
Duhai betapa bahagianya seorang yang dapat memilikimu wahai perhiasan terindah.
Sumber :
Putri Sunnah